Saat ini penggunaan Formalin sebagai pengawet makanan sudah sekamin parah. Baru-baru ini diberitakan bahwa Usus Ayam juga sudah ada yang mengandung formalin. Jika terus berlanjut, hal ini akan menjadi ancaman bagi kehidupan manusia karena Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan. Formalin seharusnya tidak digunakan sebagai pengawet makanan.
- Asam borak
- Asam salisilat
- Dietilpirokarbonat
- Dulsin
- Kalium
- Klorat
- Kloramfenikol
- Minyak nabati yang dubrominasi dan,
- Formalin
"Nama kimia dari Formalin adalah Formaldehida (HCHO). Bisa didapat di toko-toko kimia. Dipasarkan dalam bentuk cair dan tablet."
Penggunaan Formalin :
- Sehari-hari formalin digunakan untuk mengawetkan serangga, hewan kecil, organ manusia (hasil biopsi) bahkan untuk pengawet mayat.
- Pada kosmetika bisa digunakan sebagai deodoran dan anti hidrolitik (menghambat keringat).
- Digunakan dalam industri plastik, anti busa, bahan konstruksi, kertas, karpet, tekstil, cat dan mebel.
- Secara efektif digunakan untuk membunuh berbagai macam parasit dan bakteri yang menempel pada ikan hias.
- Pada peternakan kadang-kadang formalin yang diencerkan digunakan sebagai desinfektan. Larutan formalin dengan pengenceran konsentrasi 1/100 sampai 1/10000
Penyalahgunaan formalin dalam beberapa jenis makanan bukan suatu hal yang baru. Formalin banyak disalahgunakan untuk mengawetkan makanan seperti tahu, mie basah, ikan dan lain-lain. Memang sulit membedakan produk makanan yang mengandung Formalin. Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui bahaya yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung Formalin.
BAHAYA FORMALIN BAGI KESEHATAN
- Formalin di udara berbau tajam menyesakkan, merangsang hidung, tenggorokan dan mata (saya sudah pernah merasakan sendiri, mata perih dan menusuk hidung)
- Dampak buruk bagi kesehatan pada seseorang yang terpapar dengan formalin dapat terjadi akibat paparan akut atau paparan yang berlangsung kronik
- Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan, bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogen ( menyebabkan kanker ), mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, korosif dan iritatif
- Orang yang mengonsumsinya (akut) akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah.
- Uap dari formalin sendiri sangat berbahaya jika terhirup oleh saluran pernapasan dan juga sangat berbahaya dan iritatif jika tertelan oleh manusia.
- Jika sampai tertelan, orang tersebut harus segera diminumkan air banyak-banyak dan diminta memuntahkan isi lambung.
- Gangguan pada persarafan berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi.
- Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.
- Penggunaan formalin jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan.
- Pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru.
- Formalin disamping masuk melalui alat pencernaan dan pernafasan, juga dapat diserap oleh kulit.
- Formalin juga termasuk zat neurotoksik, karena bersifat racun dan dapat merusak syaraf tubuh manusia dalam dosis tertentu.
- Informasi menurut sistem keamanan pangan terpadu menyebutkan bahwa jika formalin terminum minimal 30 ml (sekitar 2 sendok makan) dapat menyebabkan kematian.
Setelah mengetahui bahaya formailn, bagi masyarakat yang ingin menguji sendiri kadar formalin dapat menggunakan Test Kit (Alat Uji Cepat) Formalin atau Antilin.
Adapun Ciri-ciri makanan yang mengandung Formalin adalah sebagai berikut :
Adapun Ciri-ciri makanan yang mengandung Formalin adalah sebagai berikut :
- Mie Basah
- Umur simpan mie lebih lama dan tidak cepat basi
- Tampilan mie lebih berminyak & mengkilat
- Ada aroma yang cukup menyengat
- Tahu
- Tekstur tahu lebih kenyal dan tidak mudah hancur
- Umur simpan tahu lebih lama
- Ada aroma yang cukup menyengat
- Ayam Potong
- Jika diraba, kulit ayam terasa kesat
- Warna daging ayam lebih putih dan cerah
- Ikan Segar
- Warna ikan putih bersih
- Tekstur daging ikan kenyal
- Insang berwarna merah tua, tidak merah segar
- Lebih awet dan tidak mudah busuk
- Ikan Asin
- Ikan asin tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan jika disimpan pada suhu ruang (25 °C
- Warna produk bersih dan cerah
- TIdak berbau khas ikan asin
- Teksturnya tidak mudah hancur
BAHAN PENGAWET YANG AMAN sesuai Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 :
- Benzoat, (dalam bentuk asam, garam kalium, garam natrium) .
- Propionat (dalam bentuk asam, garam kalium, garam natrium).
- Nitrit (dalam bentuk garam kalium/natrium) dan nitrat ( dalam bentuk garam kalium/natrium).
- Sorbat, (dalam bentuk garam kalium dan kalsium).
- Sulfit (dalam bentuk garam kalium dan natrium bisulfit atau metabisulfit).
Demikian Seputar Bahaya Formalin Bagi Kesehatan, semoga kita semua bisa terhidar dari bahaya Formalin.
Sumber : Dinas Kesehatan dan berbagai sumber
Sumber : Dinas Kesehatan dan berbagai sumber

